Skip to main content

Desy Perempuan Berjilbab Rawat Anjing: Saya Percaya, Mereka Berzikir untuk Saya

Desy Perempuan Berjilbab Rawat Anjing: Saya Percaya, Mereka Berzikir untuk SayaAnjing dan anjing liar yang dirawatnya/Foto: Yudhistira AS
Lombok - Desy Marlina Amin menjadi perbincangan saat foto-fotonya di facebook tersebar. Di foto itu, Desy yang berjilbab panjang tampak merawat puluhan anjing. Muncul pro dan kontra soal apa yang dilakukannya dengan anjing-anjing itu. Karena tak sedikit umat Islam yang menjauhi anjing karena najis.

Apa kata Desy soal itu?

"Sebenarnya mereka juga makhluk hidup. Mereka makhluk yang diciptakan Tuhan. Saat ini orang dengan gampang mengkaitkan ini itu dengan agama. Kemudian menciptakan dalil-dalil ini itu," kata Desy saat ditemui detikcom, Minggu (19/6) pagi di Taman Sangkareang, Jalan Pejanggik, Mataram, Lombok, NTB.

"Iman saya, amal saya, perbuatan saya, kan Allah SWT yang tahu. Saya percaya ketika saya pelihara dan rawat anjing atau kucing atau hewan apapun yang terluka, mereka berzikir untuk saya," tegas Desy yang bersuci dengan air dan tanah sesuai ajaran Islam setelah bersinggungan dengan anjing ini.

Desy sudah beberapa waktu ini merawat puluhan anjing liar yang sering kali berkeliaran di jalan di Lombok. Tak hanya anjing kucing dan hewan lainnya juga dia rawat. Uang untuk memelihara dari kantongnya sendiri, dan terkadang ada donatur yang datang memberi sumbangan.

Walau berhijab, Desy tak risih merawat anjing-anjing itu. Bagi dia, anjing sama dengan makhluk lainnya diciptakan Allah untuk disayangi.

"Ya karena saya senang membantu makanya saya ingin membantu mereka juga," tutup Desy. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...