Skip to main content

Info Ketersediaan Kamar di RS Sudah Transparan, Peserta KIS Bisa Tenang

Mulai sekarang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) - Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak perlu lagi khawatir mendapat perlakuan berbeda saat harus rawat inap di rumah sakit. Dorongan BPJS Kesehatan agar rumah sakit memberikan transparansi informasi bagi pasien telah terwujud di RSUD Koja – Jakarta Utara.

Di RSUD Koja sekarang sudah ada "Dashboard Informasi Tempat Tidur Rawat Inap RSUD Koja". Dengan adanya dashboard ini, pasien khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa melihat dan mengetahui jumlah ketersediaan kamar untuk rawat inap di RSUD Koja.

Data real time mengenai jumlah kamar yang tersedia di setiap kelas ditampilkan di layar TV. Informasi terus diperbarui otomatis setiap 1 menit.

Direktur Utama BPJS Kesehatan – Fachmi Idris melakukan peninjauan langsung ke RSUD Koja – Jakarta untuk melihat langsung "Dashboard Informasi Tempat Tidur Rawat Inap RSUD Koja" pada Kamis (16/6). Dalam peninjauannya, Fachmi didampingi oleh Direktur RSUD Koja - Theryoto dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta - Koesmedi Priharto.
"Dashboard ini akan mematahkan persepsi buruk di masyarakat. Dengan transparansi informasi, peserta JKN tidak merasa dinomorduakan. Pasien tidak hanya bisa melihat berapa jumlah kamar yang kosong. Ketersediaan kamar juga disortir berdasarkan jenis kelamin," jelas Fachmi.

"Kami mengapresiasi RSUD Koja atas usaha mereka. Apa lagi 90% lebih pasien RSUD Koja merupakan peserta JKN. Semoga RSUD Koja bisa menjadi contoh pelaksanaan JKN. Tidak hanya bagi rumah sakit di DKI Jakarta tapi juga di tingkat nasional," lanjut Fachmi.

Selain meninjau Dashboard Informasi Tempat Tidur Rawat Inap, Fachmi juga meninjau Anjungan Pendaftaran Mandiri untuk Poli Rawat Jalan. Di sini, juga terlihat berapa banyak pendaftar di masing-masing poli dan berapa pasien yang sudah dilayani.
BPJS Kesehatan memang mendorong Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) seperti rumah sakit untuk transparan dalam memberikan informasi ketersediaan kamar.

Lebih lanjut Fachmi mengatakan, ia berharap sistem IT yang digunakan RSUD Koja untuk antrian rawat jalan dan informasi ketersediaan kamar rawat inap ini juga bisa dikloning ke rumah sakit-rumah sakit lainnya di Indonesia.

BPJS Kesehatan Raih 4 Penghargaan di 5th Indonesia Insurance Award 2016
Berkat kinerjanya yang cemerlang sepanjang tahun 2015, BPJS Kesehatan berhasil meraih empat penghargaan di 5th Indonesia Insurance Award 2016. Hadir untuk menerima penghargaan, Ikhsan selaku Kepala Grup Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan.

Empat penghargaan yang diterima oleh BPJS Kesehatan di antaranya:
  • The Best Insurance – Government Company 2016 kategori Health Insurance
  • Top 10 The Best Insurance Company 2016 kategori CSR
  • Top 10 The Best Insurance Company 2016 kategori Risk Management
  • Top 10 The Best Insurance Company 2016 kategori IT
5th Indonesia Insurance Award 2016 digelar di Ballroom Dhanapala, Gedung D Kementerian Keuangan, Senen – Jakarta Pusat pada hari Kamis (16/6). Ajang penghargaan ini diadakan oleh Majalah Economic Review dan Perbanas Institute.

Penilaian pemenang Top 10 dari sekitar 130 perusahaan asuransi di Indonesia berdasar atas berbagai aspek. Mulai dari sumber laporan kinerjaannual report 2015, data publik, website serta data terbaru lainnya.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...