Skip to main content

Ahok: Jokowi Siapkan Sistem Penganggaran seperti DKI Jakarta

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Presiden Joko Widodo sedang mempersiapkan sistem penganggaran seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tingkat nasional. 

Menurut Basuki, sistem penganggaran itu dilakukan melalui e-musrenbang, e-planning, hingga e-budgeting.  

"Saya lapor sama Pak Jokowi dan sepakat dipersiapkan untuk tingkat nasional. Tapi APBN jangan disentuh dulu, karena repot berurusan dengan DPR. Nanti APBD seluruh Kabupaten/Kota juga akan menggunakan sistem itu," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (17/12/2015).  

Basuki menyebut, APBD DKI 2016 paling sempurna dibanding APBD provinsi lainnya maupun tahun-tahun sebelumnya. 

Sebab, lanjut dia, Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016 disusun lengkap dengan nilai kegiatan seperti yang tercantum dalam APBD. 

Pembahasan anggaran dilakukan melalui sistem e-musrenbang, e-planning, serta e-budgeting. 

"Kerja sama dengan DPRD juga sangat baik. Kayaknya benar apa yang bapak saya bilang, orang-orang repot kalau ketemu sama orang nekat. Mungkin lama-lama DPRD tahu, kalau gubernurnya orang nekat," kata Basuki.  

Selain itu, Basuki juga mengatakan KUA-PPAS 2016 akan dialokasikan untuk kegiatan penting. Sebanyak 58 persen anggaran DKI dialokasikan untuk belanja. 

Ia menyebut tidak ada lagi anggaran untuk honor tenaga ahli, sosialisasi, dan lain-lain. 

"DKI ini jadi institusi termahal di Indonesia. Karena menganggarkan Rp 18,5 triliun untuk gaji 70.000 pegawai. Dirjen Pajak saja menganggarkan Rp 4 triliun buat gaji 35.000 pegawainya. DKI ini luar biasa, tapi pelayanan tidak baik, langsung dipotong saja," kata Basuki.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...