Skip to main content

Pegawai Pajak DKI Minta Imbalan Rp 500 Juta untuk Kurangi Pajak

Tiga oknum pegawai pajak DKI Jakarta yang ditangkap polisi pada Jumat (11/12/2015), menjanjikan pengurangan pajak kepada seorang wajib pajak berinisial SYP.

Untuk itu, ketiga oknum pegawai pajak DKI Jakarta ini meminta imbalan 500 juta kepada SYP. (Baca: Pegawai Pajak DKI yang Ditangkap Polisi Masuk Tim Pemeriksa Omzet Pajak)

"Para pelaku memeriksa pajak tiga hotel, sebelum terbit surat ketetapan pajak daerah (SKPD), tersangka memberitahukan dokumen hasil pajak sementara kepada SYP Rp 7 miliar," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Resrkimsus) Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Kepada SYP, tiga pegawai pajak tersebut mengaku bisa mengubah nilai pajak menjadi Rp 5,8 miliar dari Rp 7 miliar. Pelaku pun meminta uang Rp 500 juta dengan menghubungi SYP. 

Salah satu oknum pegawai pajak itu kemudian meminta SYP datang ke Kantor UPPD Cilandak, Jakarta Selatan. (Baca: Polisi: Tiga Pegawai Pajak DKI Lakukan Pungli)

"Wajib pajak menemui tersangka dan menyerahkan uang Rp 20 juta. Sedangkan tersangka memberikan tiga lembar dokumen hasil nilai pajak sementara," sambung Mujiyono. 

Kemudian pada November 2015, tersangka kembali menghubungi SYP dan meminta uang Rp 80 juta.

Tersangka dan SYP sepakat dan bertemu pada Jumat 11 Desember 2015. Dalam pertemuan itu, SYP memberikan uang Rp 40 juta kepada tersangka RD di Kembangan, Jakarta Barat. (Baca: Ini Modus Korupsi Pegawai Pajak yang Ditahan Polisi)

Polisi kemudian menangkap RD saat transaksi itu berlangsung. Polisi juga mengamankan dua tersangka lainnya, yakni SAD dan RM ketika keduanya dalam perjalanan menyusul RD ke Kembangan.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...