Skip to main content

Ahok Salahkan Organda atas 86.809 Sopir Angkot yang Tidak Miliki SIM

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyalahkan Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta yang tidak mengawasi operasional angkutan umum Ibu Kota. 

Pernyataan ini disampaikan Basuki terkait data yang menunjukkan bahwa 86.809 sopir angkutan kota Jakarta yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). 

"Makanya saya bilang, ini kan si pengelola Organda. Sudah saya bilang, Organda tahu enggak sih metromini begitu bobrok? Mereka tahu, tetapi pura-pura saja mereka," kata Basuki di Balai Kota, Kamis (17/12/2015).

Basuki menilai Organda seolah-olah membiarkan begitu saja operasional metromini dan angkot di Jakarta. (Baca: Kandangkan Bus Metromini, Ahok Tolak Pembiaran Pembunuhan )

Padahal, menurut dia, banyak bus yang tidak laik beroperasi. Banyak pula sopir yang hanya mengantongi SIM tembak.

Basuki juga mengaku telah menawarkan sopir-sopir metromini untuk mendapatkan penghasilan lebih baik dengan bergabung bersama PT Transportasi Jakarta. 

"Coba kalian pikir, apa saya iseng tawarkan 3,5 kali UMP (upah minimum provinsi) gaji pada sopir gandeng (bus transjakarta)? Yang paling kecil gajinya 2 kali UMP," kata Basuki.  

Menurut Basuki, langkah ini merupakan langkah terbaik untuk meminimalisasi kecelakaan transportasi umum.

Dengan digaji pemerintah, sopir tidak perlu membawa bus ugal-ugalan untuk mengejar setoran. (Baca: Metromini Menyumbang 10 Persen Kecelakaan Angkutan Umum di Jakarta)

"Nah, yang enggak mau ini sopir yang niatnya memang enggak benar. Masa kamu enggak mau dapat gaji UMP atau 2 kali UMP? Pakai pakaian keren? Berarti niatnya memang enggak benar, makanya kita habisin saja," ujar Basuki.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...