Setya Novanto dari Ketua DPR RI periode 2014-2019. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang telah mendengarnya pun menghormati langkah politisi Golkar tersebut.
"Saya kira itu keputusan tergantung Anda menilai. Kalau sudah mundur ya sudah mundur. Kalau orang minta mundur dan (beliau) sudah mundur ya sudah," ujar Ahok saat dimintai tanggapan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).
Meski pernah berada dalam satu partai, Ahok enggan mengomentari terlalu jauh mengenai langkah politik Setya Novanto yang memilih mundur di detik-detik akhir Sidang MKD pada Rabu (16/12) malam. "Kamu tanya saja sama beliau. Hehe. Kamu tanya sama beliau ya lebih tahu," pungkasnya.
Seperti diketahui, pengunduran diri Setya Novanto langsung menghentikan sidang putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Novanto pun langsung menyampaikan permintaan maaf atas apa yang telah dia lakukan selama ini kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tugas-tugas yang saya jalani. Semuanya demi rakyat, demi bangsa Indonesia," kata Novanto dalam jumpa pers di rumahnya.
Dia berharap kinerja dewan akan lebih baik untuk rakyat Indonesia ke depannya. Dirinya juga berjanji akan tetap berkomitmen sebagai wakil rakyat.
Novanto mengaku telah menjalan tugas sebagai Ketua DPR sebaik-baiknya sesuai dengan amanah masyarakat. Dia kemudian menekankan pengunduran dirinya demi kepentingan masyarakat Indonesia.
Surat pengunduran diri Setya Novanto dibacakan di penghujung sidang MKD DPR terkait kasus papa minta saham. Berikut isi surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR selengkapnya:
Perihal: Pernyataan Pengunduran Diri Sebagai Ketua DPR RI
Jakarta 16 Desember 2015
Kepada Yth Pimpinan DPR RI di Jakarta
Sehubungan dengan perkembangan penanganan dugaan pelanggaran etika yang sedang berlangsung di Mahkamah Kehormatan Dewan maka untuk menjaga harkat dan martabat serta kehormatan lembaga DPR RI serta demi menciptakan ketenangan masyarakat maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua DPR RI periode keanggotaan 2014-2019.
Demikian pernyataan pengunduran diri ini saya buat dengan tulus. Semoga bermanfaat demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
Hormat Saya
(tanda tangan di atas materai)
"Saya kira itu keputusan tergantung Anda menilai. Kalau sudah mundur ya sudah mundur. Kalau orang minta mundur dan (beliau) sudah mundur ya sudah," ujar Ahok saat dimintai tanggapan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).
Meski pernah berada dalam satu partai, Ahok enggan mengomentari terlalu jauh mengenai langkah politik Setya Novanto yang memilih mundur di detik-detik akhir Sidang MKD pada Rabu (16/12) malam. "Kamu tanya saja sama beliau. Hehe. Kamu tanya sama beliau ya lebih tahu," pungkasnya.
Seperti diketahui, pengunduran diri Setya Novanto langsung menghentikan sidang putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Novanto pun langsung menyampaikan permintaan maaf atas apa yang telah dia lakukan selama ini kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tugas-tugas yang saya jalani. Semuanya demi rakyat, demi bangsa Indonesia," kata Novanto dalam jumpa pers di rumahnya.
Dia berharap kinerja dewan akan lebih baik untuk rakyat Indonesia ke depannya. Dirinya juga berjanji akan tetap berkomitmen sebagai wakil rakyat.
Novanto mengaku telah menjalan tugas sebagai Ketua DPR sebaik-baiknya sesuai dengan amanah masyarakat. Dia kemudian menekankan pengunduran dirinya demi kepentingan masyarakat Indonesia.
Surat pengunduran diri Setya Novanto dibacakan di penghujung sidang MKD DPR terkait kasus papa minta saham. Berikut isi surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR selengkapnya:
Perihal: Pernyataan Pengunduran Diri Sebagai Ketua DPR RI
Jakarta 16 Desember 2015
Kepada Yth Pimpinan DPR RI di Jakarta
Sehubungan dengan perkembangan penanganan dugaan pelanggaran etika yang sedang berlangsung di Mahkamah Kehormatan Dewan maka untuk menjaga harkat dan martabat serta kehormatan lembaga DPR RI serta demi menciptakan ketenangan masyarakat maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua DPR RI periode keanggotaan 2014-2019.
Demikian pernyataan pengunduran diri ini saya buat dengan tulus. Semoga bermanfaat demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
Hormat Saya
(tanda tangan di atas materai)

Comments