Skip to main content

Megawati, Ahok, dan Dubes Asing Akan Saksikan Konser Bimbo

Jakarta -
Mantan Presiden RI ke-4, Megawati Soekarnoputri akan turut menyaksikan konser grup musik legendaris asal Bandung, Bimbo di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Kamis, 17 Desember, nanti malam. Akan turut menyaksikan di kursi VVIP (very very important person) dua duta besar negara sahabat dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Kursi-kursi VVIP untuk tamu penting sudah di-booking. Ada ibu Megawati, Pak Ahok, dan dua dubes," bisik kerabat dekat personel Bimbo di sela-sela gladi resik konser kepada detikHOT, Rabu (16/12/2015) malam.

Apakah Guntur Sukarnoputra, putra sulung Bung Karno, yang notabene sahabat Bimbo sejak kuliah di ITB akan turut hadir? Dia tak bisa memastikan. Begitu pun soal nama kedua dubes maupun asal negara dimaksud.

Ditemui terpisah, Syamsudin Hardjakusumah (Syam Bimbo) juga mengaku tak punya informasi soal itu. "Saya ini baru pulang studi banding dari Jepang, sampai sini tahunya sudah beres digarap temen-temen alumni ITB," jelasnya.

Konser Bimbo memperingati usia kariernya jelang 50 tahun pada 2017 nanti akan dimeriahkan sejumlah bintang tamu kondang. Mereka antara lain Vina Panduwinata, Candil, Sandhy Sandoro, dan beberapa penyanyi muda berbakat seperti Andrea Miranda dan penyanyi seriosa Farma Purnama.

Dalam gladi resik tadi malam, penyair Taufiq Ismail yang seratusan puisinya dinyanyikan oleh Bimbo ikut tampil. Ia membacakan puisi, "Dengan Puisi Aku". Puisi ini kemudian dinyanyikan dalam irama seriosa oleh Farma Purnama.

Sementara Vina menyanyikan lagu "Citra" dan "Om Boyke", serta Candil yang ngerock membawakan "Angin November" dan "Cinta Kilat".

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...