Skip to main content

Ahok: Aktivitas di Bantargebang Sudah Normal, DKI Langsung yang Kelola

Pemprov DKI Jakarta kini telah mengambil alih pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSP) Bantargebang, Bekasi sejak Selasa (9/7/2016). Sempat terjadi penumpukan sampah semasa masa peralihan, namun kini sudah normal kembali.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, selama masa peralihan ini sempat terjadi kevakuman pengerjaan di Bantargebang. Pasalnya beberapa alat berat milik pengelola yang lama harus ditarik keluar. Namun kini sudah mulai normal kembali.

Ahok mengatakan saat ini semua alat berat untuk pekerjaan di Bantargebang sudah mulai beroperasi. Bahkan Pemprov DKI sudah mengirimkan beberapa alat berat yang baru ke sana.

"Kemarin sudah masuk alat berat semuanya kok. Kita sudah kirim semua alat berat baru. Sudah ketemu operator di sana dan semuanya sudah mulai kerja sama kita. Cuma alat berat (sebelumnya) saja ditarik. Kita kan menghormati, alat beratnya ditarik keluar kemudian yang baru masuk. Ya sudah, pasti ada terlambat beberapa saja. Sekarang sudah normal lagi kok," kata Ahok di Gedung Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).

Ahok mengatakan, ke depan pengelolaan TPST Bantargebang akan tetap berlangsung seperti biasa melalui swakelola Pemprov DKI. Dengan ini ditafsirkan biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih hemat.

"Ya kerja biasa saja. Enggak beda dengan sungai-sungai, dulu juga pakai swasta, angkut sampah dari sungai kan semua swasta, yang kerja di taman, di kelurahan juga swasta. Begitu kami ambil alih kelola, pertama kan kami lupa, sampai Menteng teriak karena sampah enggak diangkut. Teriak semua. Ya pasti terjadi gesekan. Sungai dulu waktu kita ambil alih, mungkin kalian lupa juga, semua media, semua koran memuat foto sungai Jakarta semua penuh bsampah. Bisa jalan kaki di atas sungai. Di Manggarai itu bisa jalan kaki di atas sungai. Cari saja fotonya, November 2012," jelas Ahok.

"(Biaya) Lebih murah saja. Bisa (hemat) lebih dari 60-70 persen saya kira," tambah Ahok.

Meski demikian, Pemprov DKI tetap menyiapkan tambahan anggaran untuk swakelola TPST Bantargebang itu. "Nambah kecil enggak masalah untuk masyarakat. Ya, kita ada anggarannya," kata Ahok. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...