Skip to main content

Menteri ESDM: Saya Ingatkan Bu Rini, PLN Jangan Jadi Mesin Pencari Uang

Menteri ESDM: Saya Ingatkan Bu Rini, PLN Jangan Jadi Mesin Pencari UangFoto: Maikel Jefriando
Jakarta -Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, kembali mengkritisi kinerja PT PLN (Persero). Sudirman ingin PLN fokus melayani kebutuhan masyarakat, bukan hanya mencari keuntungan.

"Saya sudah sampaikan pada Bu Rini (Menteri BUMN) dan deputinya, jangan mengguide PLN sebagai mesin pencari uang, PLN is an utility company,ukurannya berbeda dengan perusahaan korporasi biasa," kata Sudirman saat pidato di acara coffee morning di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016).

Menurut Sudirman, kebutuhan masyarakat atas energi listrik harus diperhatikan oleh banyak pihak, mulai dari pemerintah, hingga BUMN, BUMD, dan lain-laiin.

"Sejak awal disadari listrik adalah urusan negara, PLN tidak mungkin bekerja sendiri. Harus dibuka kesempatan pihak lain. Artinya ruang musti dibuka untuk seluruh pemain, PLN hanya sebagai salah satu pemain. Karena wilayah yang dilayani besar, kapasitas yang dipunyai terbatas, tentu saja kita harus share room itu reminder pertama," katanya.

Sudirman menambahkan, dalam UU BUMN disebutkan perusahaan pelat merah yang berstatus Perseroan Terbatas (PT) harus menghasilkan kinerja yang baik sehingga tidak merugikan negara.

"Ini diulang-ulang oleh Pak Sofyan (Basir, Dirut PLN) bahwa 'saya punya orang tua dua', yang satunya selalu minta laba, tetapi seharusnya kembali ke khittah-nya. Pasal 2 mengatakan maksud dan tujuan mengatakan bahwa BUMN tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

"Jadi it's totally wrong (sangat keliru) apabila bolak-balik ngomong untung rugi-untung rugi apalagi di sektor ketenagalistrikan. Saya kira pendiri PLN sadar betul, sekarang diukur seperti bank, tidak bisa," tambah Sudirman.

Maka dari itu, Sudirman pun mengingatkan Menteri BUMN Rini Soemarno bersama jajaran deputinya supaya jangan menggiring PLN sebagai mesin pencari uang belaka.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...