Skip to main content

Google Map Jangkau Pengguna Transjakarta

Aplikasi Google Map saat ini digunakan oleh setidaknya satu miliar orang di dunia setiap bulan. Artinya, setidaknya 13,5 persen dari populasi dunia sekarang mengandalkan peta digital itu untuk bepergian.

Di Jakarta, peta saku ini menambah satu layanan baru yang makin ramah pengguna transportasi umum.

Layanan hasil kerja sama Google Map dan PT Transjakarta itu menampilkan informasi terpadu mengenai bus transjakarta koridor 1-12, lengkap dengan rute, halte yang dilewati, dan perhentian.
Namun, informasi yang paling penting dan kemungkinan paling diharapkan pengguna adalah waktu kedatangan bus secara real time. Dengan demikian, setiap keterlambatan kedatangan akan diinformasikan langsung ke telepon pintar.

Direktur Google Map Suren Ruhela yang datang langsung ke Jakarta, Kamis (21/7), mengatakan, layanan baru itu merupakan yang pertama bagi Google Map di Asia Tenggara. "Selain di Jakarta, layanan ini juga ada di beberapa kota besar lain, salah satunya di Sao Paulo, Brasil," ujarnya.

Untuk menggunakannya, pengguna telepon cerdas dapat membuka fitur Transit yang diwakili ikon kereta setelah memasukkan lokasi tujuan. Ikon logo Transjakarta akan menampilkan seluruh informasi hingga informasi terbaru jika ada penundaan kedatangan.
Keandalan fitur Transit ini di kota-kota lain, seperti diceritakan Suren, cukup mengagumkan. Akurasi waktu kedatangan, misalnya, ia sebutkan rata-rata hanya berbeda tak lebih dari satu menit dari waktu sesungguhnya.

Namun, seluruh keandalan sistem ini sangat tergantung dari data yang dipasok PT Transjakarta sebagai partner. Data bus itu diperoleh dari masukan peranti pelacak posisi (GPS) yang dipasang di bus-bus transjakarta.
Selanjutnya, dengan algoritma yang cukup kompleks, Google Map akan menghitung prediksi waktu kedatangan bus yang juga mempertimbangkan kondisi kemacetan Jakarta dan keterlambatan bus.

Pengguna tidak saja memperoleh informasi bus dan koridor atau halte yang bisa dipilih, tetapi juga merencanakan waktu sesuai kedatangan bus.

"Daripada menunggu di halte, waktu yang ada bisa digunakan untuk hal-hal lain dulu," katanya.

Direktur PT Transjakarta Budi Kaliwono menyebutkan, kerja sama dengan Google Map dilakukan sejak setahun lalu. Layanan terbaru ini, lanjutnya, diharap semakin mempermudah masyarakat melakukan perjalanan dengan bus transjakarta.

"Selama ini, banyak sekali keluhan kurangnya informasi, waktu kedatangan, sampai rute mau ke mana saja. Semoga ini bisa menjawab semua keluhan itu," ucapnya.

Evolusi bepergian

Saat dirancang oleh Lars dan Jens Rasmussen Eilstrup pada 2004 dan diluncurkan oleh Google pada 2005, aplikasi ini "hanya" berupa peta yang menampilkan data statis. Kini, aplikasi pemandu semacam terus berevolusi menjadi aplikasi yang begitu kaya informasi tentang sistem transportasi.

Hanya dalam 11 tahun sejak kemunculannya, aplikasi peta ini sudah menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat.
Berbagai aplikasi pemandu digital semacam pun telah begitu banyak berkembang. Aplikasi-aplikasi ini pada akhirnya membentuk perilaku masyarakat dalam bepergian dan memilih moda transportasi.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...