Skip to main content

Ahok: Dinas Pariwisata Habiskan Anggaran Rp 1,3 Triliun yang Tidak Berguna

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dulunya merupakan instansi yang paling boros dalam penggunaan anggaran.
Ia menyebut Disparbud bahkan pernah menghabiskan anggaran Rp 1,3 triliun untuk kegiatan yang ia anggap tidak berguna, yakni promosi wisata ke luar negeri.
"Anggaran Rp 1,3 triliun harusnya bisa bikin gedung tapi dia habisin buat promosi yang enggak ada gunanya. Makanya pas saya potong (anggaran) mereka terganggu," kata Ahok saat pengukuhan anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2016-2018, di Balai Kota, Senin (25/4/2016).
Selain menggunakan anggaran untuk kegiatan yang dinilainya tidak berguna, Ahok menyebut Disparbud pada masa lalu juga tidak mau memberikan dana bantuan untuk para seniman yang hendak mengikuti lomba di luar negeri. Ia mengaku kerap menerima keluhan dari para seniman yang menyebut pejabat Disparbud tak mau memberikan dana karena ketiadaan anggaran.
"Ada sanggar atau seniman yang tiba-tiba diundang keluar negeri, tapi mereka (Disparbud) bilang enggak ada uang berangkatnya. Padahal kan ada anggaran Rp 1,3 triliun. Harusnya pakai uang itu," ujar Ahok. (Baca: Ahok Sebut Kepala Dinas Pariwisata Sudah Oke)
Menurut Ahok, hal itulah yang kemudian membuatnya bertekad merombak para pejabat di Disparbud. Ia yakin di era Disparbud yang sekarang, anggaran yang digunakan akan lebih tepat sasaran. 
Ahok mengatakan pada era Disparbud yang sekarang, salah satu program yang ingin ia kedepankan adalah pembinaan kepada seniman dan sanggar berprestasi. Ia yakin cara itu bisa meningkatkan kemampuan para seniman dan sanggar-sanggar yang ada di Jakarta.
"Jadi nanti seniman atau sanggarnya akan diberi penghargaan. Misalnya kalau juara nasional dapat Rp 1 miliar, atau Rp 5 miliar kalau juara internasional," kata Ahok. (Baca: Anggaran Dinas Pariwisata Berkurang Drastis, Banggar DPRD DKI Cecar Kadis)

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...