Skip to main content

PKB Pertanyakan Keseriusan Ahmad Dhani Ikut Seleksi Calon Gubernur

Perwakilan Humas Pilkada Partai Kebangkitan Bangsa, Heriandi Lim, mengatakan, Ahmad Dhani belum mengambil formulir seleksi calon gubernur dari partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.
Heriandi mengungkapkan, belum ada kabar apakah mantan pentolan grup musik DEWA itu akan datang ke PKB untuk menjadikan partai itu pengusung dirinya saat maju dalam Pilkada Gubernur DKI mendatang.
"Kami coba cari tahu Ahmad Dhani akan ke PKB, tetapi sampai sekarang kami belum dapat kepastian dia untuk mengambil formulir di PKB," kata Heriandi di Kantor DPW PKB, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2016).
Heriandi mengatakan, di beberapa pemberitaan disebutkan bahwa Dhani akan maju lewat PKB. Namun, tinggal seminggu batas waktu pendaftaran seleksi dari PKB, Dhani masih belum juga memperlihatkan keseriusannya.
"Penutupannya 1 Mei 2016. Kalau dia enggak ambil formulir, berarti dia enggak serius. Kalau kami, lihat keseriusan calon PKB dari cara mengambil formulir," ujar Heriandi.
Sebelumnya, Dhani mengaku sebagai orang pertama yang mendaftarkan diri dalam seleksi calon gubernur sebelum PKB membuka formulir pendaftaran untuk penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta sejak Senin (11/4/2016).
"Kan sudah daftar. Kan yang pertama aku, kan? Enggak perlu kayaknya," kata Dhani saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/4/2016). (Baca: Ahmad Dhani: PKB Tidak Punya Calon Selain Saya)
Menurut Dhani, saat ini, ia hanya menunggu keputusan dari PKB apakah ia yang akan diusung dalam pilkada nanti.
Saat ini, ada 13 calon yang telah mengambil formulir seleksi gubernur dari PKB. Beberapa di antaranya adalah Sandiaga Unodan Hasnaeni Moein. Dari 13 calon tersebut, baru Hasnaeni yang mengembalikan formulir pendaftaran ke DPW PKB. (Baca: Soal Ahmad Dhani, PKB Pilih Realistis)

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...