Skip to main content

Populi Tegaskan Surveinya Tak Bias Meski Ada Sunny di Dewan Penasihat

Nama Sunny Tanuwidjaja, pegawai magang di kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), duduk sebagai Board of Advisor lembaga survei Populi Center. Sebagian pihak mengkhawatirkan posisi Sunny tersebut bisa mempengaruhi independensi hasil survei Populi Center. 

Peneliti Populi Center Nona Evita mengakui bahwa Sunny memang duduk di jajaran dewan penasihat lembaga. Namun dia menegaskan bahwa tak sekali pun Sunny mempengaruhi hasil survei Populi. 

Apalagi dalam setiap survei Populi Center menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random. Dalam setiap kali survei Populi menggunakan responden yang berbeda-beda secara acak. "Meskipun jumlah responden sama, misalnya 400 tapi setiap survei kami menggunakan responden yang berbeda, kami acak," kata Nona saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/4/2016). 

Nona menegaskan bahwa hasil survei Populi Center tidak memihak siapa pun. "Survei kami ilmiah, tidak memihak. Tidak ada pengaruh apa pun (dari Sunny). Kami 100 persen yakin hasil survei kami tidak bias," kata peneliti muda itu. 

Soal hasil survei Populi yang dipublikasikan hari ini dengan tingkat elektabilitas Ahok tertinggi dibanding kandidat lain, menurut Nona, ini masih sangat prematur. Elektabilitas Ahok tentu masih akan berubah seiring dengan munculnya pesaing-pesaing baru yang sebentar lagi akan mendeklarasikan diri. 

"Sekarang kan baru satu pasangan yang mendeklarasikan diri. Elektabilitas tentu akan berubah seiring munculnya calon lain yang akan mendeklarasikan diri," kata Nona. 

Hari ini Populi Center merilis hasil survei soal pengaruh kasus pembelian lahan RS Sumber Waras dan reklamasi terhadap elektabilitas Ahok. Survei Populi menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok tak terpengaruh oleh dua kasus tersebut, bahkan justru naik.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...