Skip to main content

TransJakarta Targetkan 25 Ribu Penumpang Perhari Rute Bekasi-Jakarta

TransJakarta Targetkan 25 Ribu Penumpang Perhari Rute Bekasi-Jakarta

PT Transportasi Jakarta membuka enam rute bus baru yang melayani rute dari Bekasi dan Depok, Jawa Barat. Dalam masa uji cobanya ini Transjakarta menargetkan mampu melayani 25 ribu penumpang hingga bulan Mei.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono dalam pemaparan review uji coba enam rute Bekasi dan Depok, di kantor PT Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Senin (25/4/2016). Selama masa uji coba ini PT Transjakarta menargetkan mampu melayani sebanyak 25 ribu penumpang perharinya.

"Targetnya untuk Bekasi yang menjadi pilot projectnya 25 ribu penumpang perhari. Tapi untuk setiap wilayahnya nanti akan dipelajari lagi apa akan sesuai target," kata Budi kepada wartawan.

Budi menjelaskan idealnya untuk mencapai 25 ribu penumpang setiap hari dengan kondisi kemacetan Jakarta saat ini. Jumlah armada yang dikerahkan berkisar kurang lebih 50 armada, setelah penyesuaian dari hasil uji coba.

"Target 25 ribu penumpang dengan 5 armada bus mungkin belum, tapi hingga akhir Mei bisa kita coba tercapai. Normalnya dengan melihat kemacetan Bekasi dan Jakarta saat ini mungkin baru bisa terpenuhi sebanyak 50 armada, itu pun dihitung apa armada bus bisa balik lebih cepat atau tidaknya, untuk itu kita melakukan uji coba," jelas Budi.

"Selama dua minggu ini kita masih lakukan adjustment dan fine tuning, termasuk dari rute Bekasi sendiri. Pada saat awal project di Stasiun Tebet target 5000 perhari, tapi ini sudah 10000 penumpang, jadi penyesuaian kita berdasarkan kebutuhan dari effort penumpang," sambung Budi.

Sebagaimana diketahui keenam rute bus baru itu adalah Bekasi MM-Bundaran HI, Bekasi MM-Tanjung Priok, Bekasi Timur-Grogol, Lebak Bulus-Kota, TU Gas JIEP-Lebak Bulus dan Manggarai-Universitas Indonesia (UI). Budi mengatakan, pihaknya menyiapkan 5 unit bus single terlebih dulu untuk setiap rute. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...