Skip to main content

Fahrul Pakai Layanan Qlue untuk Laporkan Penembokan Kontrakan Keluarganya

 Fahrul (33) alias Alung, warga RT 03/10, Lubang Buaya, Jakarta Timur, mengaku menggunakan aplikasi Qlue untuk mengadukan persoalan penembokan kontrakan keluarganya beberapa waktu lalu. 

Sebelumnya, Alung mengaku sempat pesimistis jika pengaduannya melalui aplikasi online milik Pemprov DKI tersebut bakal direspons. 

"Kata teman saya, coba pakai layanan Qlue. Ternyata, langsung direspons. Mungkin, nasib saya sedang baik," kata Alung, Kamis (27/8/2015). 

Alung juga sempat bimbang saat akan mengadukan keluhannya ke kantor institusi pemerintahan atau kepolisian. Karena itu, dia pun mem-posting keluhannya di media sosial (medsos) Facebook.

"Tadinya saya cuma pengin berbagi pengalaman saja buat teman-teman di FB supaya bisa  mengantisipasi jika mengalami hal serupa seperti keluarga saya," ujarnya. 

Melalui postingan tersebut, Alung menceritakan bahwa kontrakan keluarganya telah ditembok paksa karena tidak membayar Rp 50 juta ke pihak pengembang, Santosa Residence. 

Hingga akhirnya, Alung mengadukan keluhannya melalui aplikasi Qlue. Begitu laporannya direspons, kedua pihak pun difasilitasi pihak kelurahan untuk mediasi, Kamis siang. 

Namun, mediasi antara Alung dan pemilik lahan atau pengembang Santosa Residence yang diwakili bagian marketing, Zulbaros dan Bagus Tantowi, berakhir tanpa adanya kesepakatan kedua belah pihak. 

Pihak pengembang bersikeras meminta Alung membayar kompensasi Rp 50 juta supaya tembok yang menutup depan kontrakan dibongkar. 

"Tetapi, kita hanya menyanggupi membayar kompensasi sebesar Rp 20 juta," kata dia. Mediasi tersebut juga melibatkan Camat Cipayung Iin Mutmainah, Lurah Lubang Buaya Fathoni, anggota Binmas Lubang Buaya, Babinsa TNI, dan LMK.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...