Skip to main content

Kapolda Janji Tak Akan Umbar Kasus Korupsi Pemprov DKI ke Media

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian akan menginstruksikan jajarannya agar tidak mudah mengumbar informasi penanganan kasus korupsi proyek di institusi Pemerintah Provinsi DKI ke media massa. Ini akan dilakukan Polda Metro, terutama untuk kasus-kasus yang datanya belum cukup kuat.
Menurut Tito, tujuan dia menginstruksikan hal tersebut adalah agar para pejabat pemegang anggaran tidak takut untuk mengeksekusi suatu proyek. Dengan demikian, penyerapan anggaran diharapkan bisa dilakukan dengan cepat.
"Jangan tiba-tiba baru dapat bukti sedikit langsung terekspos, dan mengakibatkan ketakutan dari para pengguna anggaran. Baru informasi sepotong jangan sampai langsung dipublikasikan dan dibesarkan di media massa," ujar Tito di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Ia menyampaikan hal tersebut seusai acara pengarahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama kepada semua pejabat pemerintah yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengarahan berisikan upaya-upaya untuk percepatan penyerapan anggaran.
Acara pengarahan tersebut menghadirkan para pimpinan institusi penegak hukum. Selain Tito, acara juga dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Ihsan Yogi Hasibuan serta perwakilan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihak-pihak tersebut diundang untuk menyamakan persepsi mengenai aturan hukum. Hal itu bertujuan supaya aparatur pemerintah tidak dibayangi ketakutan akan terjerat hukum saat mengeksekusi anggaran.
"Bapak Ibu semua (pejabat DKI) punya kewenangan, silakan kewenangan itu digunakan. Kalau ada ketakutan dan ragu-ragu menggunakan kewenangan itu, sampaikan di sini, apa saja ketakutan itu," ujar dia.
Sebagai informasi, total penyerapan belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 baru mencapai 19,2 persen. Artinya, dari total jumlah belanja daerah pada 2015 sebesar Rp 63,65 triliun, yang baru terserap sebesar Rp 12,22 triliun.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...