Skip to main content

Ahok: Tak Ada Lagi PNS yang Mundur, Sudah 3 Tahun Hanya 4 Orang

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi dinamika anak buahnya di Pemprov DKI Jakarta yang mengajukan pengundurkan diri, terakhir adalah Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi. 

Berdasarkan laporan Wagub DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat, kata Ahok, tidak ada lagi PNS DKI Jakarta yang mengajukan pengunduran diri setelah Rustam. Meski sekalipun ada yang mengajukan, Ahok tidak keberatan untuk mengamini.

"Dari Wagub enggak ada yang mau mundur kok. Sekarang kita sudah 3 tahun mundur cuma 4, itu juga alasan sudah mau pensiun, sakit, terus mau gertak nggak jadi," kata Ahok usai upacara Hari Pendidikan Nasional di Monas, Jakarta, Senin (2/5/2016). 

Ahok memaparkan sebetulnya 'stok' PNS DKI yang baik-baik di berbagai tingkatan sangat banyak yang siap bertugas, terutama yang muda-muda. Karenanya, jika ada pengajuan pengunduran diri dengan alasan kinerja tak lebih baik, Ahok setuju.

"Saya kira dari dulu kan saya sudah terus sampaikan, PNS kalau sudah terlalu kaya, tidak mau mengabdikan diri lagi kepada DKI karena tidak bisa lagi main-main proyek, lebih baik ngalah," ujar Ahok.

Sejak awal, Ahok sudah menegaskan kepada jajaran di Pemprov DKI Jakarta bahwa visi 'Jakarta Baru' harus terwujud. Jika ada PNS yang tak setuju maka dipersilakan untuk mundur.

"Ya saya bersyukur dan berterimakasih (jika ada PNS mundur), saya dari dulu sudah sampaikan. Saya buat garis, yang mau Jakarta baru ke kiri. Yang enggak mau ikut, ke kanan. Gitu saja, santai saja sudah," terang Ahok. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...