Skip to main content

Menteri Siti: Reklamasi Pulau C dan D Ada Izin Amdal, tapi Terdapat Koreksi

Menteri Siti: Reklamasi Pulau C dan D Ada Izin Amdal, tapi Terdapat Koreksi

Menteri Lingungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengunjungi Pulau C dan D di kawawasan reklamasi Teluk Jakarta. Dari hasil kajian sementara, Siti menyebut kedua pulau tersebut memiliki izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tetapi ada sejumlah hal yang perlu dikoreksi.

"Dari kriteria dan analisis yang kita olah dari dokumen, jalau kita lihat situasi di lapangan itu tidak dikaji dengan baik seperti ketersediaan air bersih. Kemudian bagaimana kegiatan vital yang akan terpengaruh, misal kabel, gas, laut dan sebagainya," kata Siti dalam jumpa pers di atas sambungan Pulau D dan C, Kawasan Reklamasi Teluk Jakarta, Rabu (4/16/2016).

Dalam jumpa pers di kunjungan ke Pulau Reklamasi ini, adapula Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan Presiden Direktur PT Kapuk Naga Indah Nono Sampono. 

Siti juga menilai dari hasil kajian terdapat potensi banjir di kedua pulau ini. Di samping itu, Siti juga mempermasalahkan bahan urukan untuk membuat pulau tersebut.

"Yang tidak juga dikaji menyangkut bahan urukan. Tidak dikaji adanya keberatan dari PLTU Muara Karang dan PLTU Tanjung Priok. Soal impasan sedimen terhadap ekosistem terumbu karang juga tidak dikaji. Kalau kawan-kawan lihat, gambarnya di lapangan seperti ini. Harusnya ada kanal karena kan dia harus memberi jalan kepada para nelayan," sambungnya.

"Nanti harus dikoreksi. Kemudian kita lihat lagi segimentasi di sini," kata Siti.

Dia juga mengungkapkan pihaknya akan mengeluarkan surat keputusan tentang izin lingkungan dalam waktu dekat. Ini penting untuk menindaklanjuti moratorium (pemberhentian sementara) proyek reklamasi.

"Mungkin kalau enggak nanti malam karena besok libur, mungkin Senin saya kira surat keputusan bagaimana tentang izin lingkungan di sini kita putuskan," terangnya.

Untuk Pulau C dan D, banyak kriteria yang harus dipastikan, meliputi sedimen material reklamasi, dampak terhadap wilayah penangkapan ikan, aliran balik (backwater) muka air di muara, dampak terhadap stabilitas muara sungai, kualitas air, permasalahan pengaruh ke PLTU di sekitarnya, hingga pengaruh ke perlindungan hutan bakau di Angke.

"Pulau C dan D kalau soal kriteria lapangannya banyak ya, soal sedimen, dampak terhadap wilayah penangkapan ikan, penurunan kualitas air. Bagi saya sendiri, ada konflik terhadap lingkungan hutan di Muara Angke, banyak binatang, banyak bakau yang di situ terdampak juga. Nanti harus dilihat lagi keselarasan, pemanfaatan dan sebagainya," tutup Siti.

Dalam kunjungan itu Ahok menyatakan, pihaknya menunggu hasil kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk bisa lebih mencermati reklamasi ini. Syarat-syarat terkait lingkungan hidup juga perlu dipenuhi pihak perusahaan pengembang. 

"Kami Pemerintah Provinis DKI menunggu hasil kajian lingkungan hidup, kita tunggu suratnya," kata Ahok  

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...