Skip to main content

Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub Minta Maaf ke Dodit Mulyanto Soal Biola

Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub Minta Maaf ke Dodit Mulyanto Soal Biola

Komika Dodit Mulyanto menyoal larangan membawa biola ke pesawat di Bandara Fatmawati di Bengkulu. Walau akhirnya kemudian diizinkan, Dodit menyampaikan sejumlah kritik atas layanan petugas di bandara lewat akun twitternya @Dodit_Mulyanto.

Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub M Nasir sudah mendapat laporan soal insiden yang terjadi pada Dodit. Dia meminta maaf atas ketidaknyamanan layanan petugas.

"Kami dari Kemenhub meminta maaf karena beliau (Dodit) tidak nyaman," jelas Nasir, Rabu (4/5/2016).

Nasir kemudian memberikan penjelasan. Soal aturan membawa benda tertentu, misalnya di Bandara Bengkulu biola tidak boleh, kemudian di Cengkareng boleh ini berkaitan dengan aturan lokal atau aturan di bandara tersebut.

"Kita ini aturan berjenjang. Merujuk ke aturan keamanan penerbangan internasional, kemudian dirujuk dalam UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan, kemudian diatur dalam PP No 3 tahun 2001 tentang keamanan penerbangan, lalu peraturan menteri, peraturan Dirjen, dan peraturan bandara masing-masing," urainya.

Aturan di bandara dibuat sesuai budaya masyarakat atau kultur airlines di bandara tersebut. "Jadi ada bandara yang boleh barang tertentu ada yang tidak boleh, ini local procedure. Bandara melihat situasi dan potensi ancaman di wilayah itu," ungkapnya.

Aturan di bandara juga bergantung pada alat pemindai, jumlah petugas, dan lainnya. Nah, soal biola atau gitar, di alat itu ada logam, perlu pengecekan dan penelitian. Mungkin saja kemudian petugas di Bengkulu tidak membolehkan, karena menyangkut alasan keamanan. Tapi semuanya bisa dicarikan solusi.

"Untuk petugas saja, yang membawa senjata atau sangkur, bisa dibawa asalkan menitipkan ke pilot. Jadi bila di bandara itu tidak bisa dibawa bendanya, bisa menghubungi airlines dan menitipkan ke kru atau pilot," sambungnya.

Memang perlu proses saat penitipan itu karena ada serah terima. Dan aturan mengenai pengamanan penumpang semua ditujukan untuk keamanan penerbangan, kru serta pilot.

"Jadi asal dititipkan di kru atau pilot dibolehkan," ujarnya. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...