Skip to main content

78 Unit Bus Made in Ungaran Ini Siap Mengaspal di Jakarta

78 Unit Bus Made in Ungaran Ini Siap Mengaspal di Jakarta
Ungaran -Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) akan membantu Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok) menyediakan angkutan massal berbasis jalan alias Bus Rapid Transit (BRT) untuk warga Jakarta dan sekitarnya.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya tercatat merugi cukup lama, kembali bangkit. PPD dalam waktu dekat akan meluncurkan 78 bus feeder untuk moda Trans Jakarta. Bus ini akan dilengkapi fasilitas e-ticketing, kamera CCTV hingga GPS.

"Tanggal 10 Juli besok, kita akan soft launching 78 unit bus model baru. Di dalamnya ada CCTV, GPS dane-ticketing. Ini bus canggih," kata Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa di Parbrik Karoseri CV Laksana, Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2015).

Sebanyak 78 unit tersebut akan melayani wilayah disekitar Jakarta seperti Bekasi hingga Depok menuju Jakarta dan sebaliknya. Bus tersebut merupakan bantuan Kementerian Perhubungan dari tahun anggaran 2014.

Rencananya, PPD juga bakal dipercaya mengelola sekitar ratusan bus bantuan Kemenhub yang dialokasikan tahun anggaran 2015. Bus tersebut beroperasi di kota penyangga Jakarta menuju pusat kota Jakarta sebagai moda feeder.

Dengan skema e-ticketing, nantinya pembayaran tiket oleh penumpang hanya dilayani melalui tiket elektronik. Tiket elektronik ini akan dijual di dalam bus. Sistem seperti ini telah berjalan pada operasional bus di negara maju seperti Singapura.

"Di dalam bus ada sistem e-ticketing. Ada petugas yang melayani pembayaran melalui sistem e-ticketing," ujarnya

Ke depan, sistem e-ticketing bus milik PPD akan terkoneksi dengan sistem e-ticket milik Bus Trans Jakarta. Dengan sistem e-ticketing, Putu optimis kebocoran tiket bisa dihapus. Kebocoran tiket manual ini, sebelumnya yang membuat PPD merugi bertahun-tahun.

"Kebocoran 40% terjadi dengan tunai. Nantinya uang 40% bisa dipakai oleh perusahaan 20% dan 20% untuk kesejahteraan karyawan," ujarnya.

Kini, PPD diklaim sudah mulai untung sejak tahun 2012. Setelah perbaikan manajemen, BUMN yang pernah bertahun-tahun terperangkap masalah miss management ini mulai membukukan laba.

"Dari PPD berdiri sampai 2012 selalu rugi sampai puluhan miliar. Tapi mulai 2012 sampai 2014, PPD mulai untung. Tahun 2014 untung Rp 200 juta. Sekarang, semester I 2015 sudah untung Rp 4 miliar," ceritanya.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...