Skip to main content

Emil tak akan paksakan menggunakan Stadion GBLA

 Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dinilai tidak layak digunakan hajat olahraga akbar, apalagi untuk penyelenggaraan PON yang bakal digelar 2016 mendatang. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun mengaku, tidak akan memaksakan penggunaan stadion bertaraf internasional tersebut.

Emil, sapaan akrab Ridwan, menerangkan, lebih mempertimbangkan keamanan orang banyak dari pada harus memaksakan penggunaan stadion.

Pernyataan Emil itu menyusul pernyataan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso usai meninjau langsung Stadion GBLA Rabu (29/9) siang. Budi menilai stadion berkapasitas 60 ribu penonton itu tidak layak karena konstruksi bangunan yang merontok.

"Kita juga enggak akan paksakan," kata Emil di Bandung, Rabu (29/9). Sebelumnya pria berkaca mata itu pernah menyampaikan Stadion GBLA layak digunakan. Berdasarkan hasil kajian dari tim ahli di ITB, Unpar dan Pusltibang Pekerjaan Umum (PU) bahwa GBLA juga bisa digunakan penyelenggaraan PON 2016.

"Hasil kajian dari tim ahli memang belum diserahkan (setelah dinilai layak). Setelah direkap akan diserahkan minggu ini, yang kebetulan sedang meneliti," ujarnya.

Dia menambahkan, Stadion GBLA memang layak digunakan dengan beberapa catatan hasil dari kajian tersebut.

"Puslitbang hasilnya menyatakan (GBLA) bisa digunakan asalkan diperbaiki dulu. Kalau mau dilakukan untuk PON harus ada perbaikan. Kita akan ikut prosedur," katanya.

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...