Skip to main content

Di Depan Ratusan Capaja, Jokowi Ingatkan Jangan Berjiwa Korsa Sempit

Di Depan Ratusan Capaja, Jokowi Ingatkan Jangan Berjiwa Korsa Sempit


Sebelum melantik perwira remaja TNI dan Polri hari Kamis (30/7) besok, Presiden Joko Widodo memberikan pembekalan di Gedung Cendekia, Akpol, Semarang. Jokowi mengingatkan kepada ratusan calon perwira remaja (capaja) agar tidak ada lagi gesekan antara TNI dan Polri.

Hal itu diungkapkan Jokowi di depan ratusan calon perwira yaitu 215 Akademi Militer, 100 Akademi Angkatan Laut, 89 Akademi ANgkatan Udara, dan 389 calon perwira Akademi Kepolisian. 

"Hindari jiwa korsa yang sempit. Saya tidak ingin dengar lagi terjadi gesekan apalagi bentrokan antara angkatan atau TNI-Polri. Kita itu contoh perekat bangsa," kata Jokowi di gedung Cendikia, Akpol, Semarang, Rabu (29/7/2015) malam.

Jokowi mengingatkan akan berbagai ancaman yang masih dihadapi Indonesia saat ini. Kedaulatan teritorial menjadi salah satu catatan pentingnya.

Terkait kedaulatan teritorial ini, Jokowi mencontohkan masih maraknya kasus ilegal fishing. Sejak bulan Oktober 2014, sudah dilakukan operasi dan hasilnya sudah cukup baik.

"Akibat pencurian ikan, setahun kita bisa kehilangan Rp 300 triliun," tandasnya.

Selain kedaulatan teritorial, Jokowi juga menilai kekayaan alam di Indonesia juga perlu lebih dijaga karena ia mendapatkan laporan negara dirugikan Rp 55 triliun setiap tahun akibat ilegal minning. 

"Pasti lebih (kerugian Rp 55 triliun). Itu juga jadi tanggungjawab," tegasnya.

Hal lain yang ditekankan Jokowi dalam pembekalan tersebut adalah tentang Indonesia darurat narkoba. Menurut catatannya ada 18 ribu orang meninggal setiap tahun akibat narkoba. Selain itu juga perlunya pendeteksian dini konflik horisontal agama agar peristiwa di Tolikara tidak lagi terjadi. 

Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pihaknya akan berupaya lebih baik menjalankan tugas-tugas kepolisian karena tantangan tugas yang lebih berat.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, pengarahan Presiden bisa dijadikan landasan konsitusi bagi perwira dalam mengawali karirnya. Hal itu sesuai dengan Pasal 10 UUD 1945 yang menyatakan Presiden RI adalah panglima tertinggi atas tiga angkatan yaitu AD, AU dan AL. Selain itu juga sesuai UU nomor 2 tahun 2002 yang menyebut Kapolri bertanggungjawab penuh pada Presiden RI.

"Pengarahan Presiden bisa dijadikan landasan konstitusi untuk perwira," tegas Gatot. 

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...