Skip to main content

Situs Web "Jakarta.go.id" Ramai Hiasan Natal, Ahok Menduga Diretas

Di media sosial ramai tampilan situs web jakarta.go.id yang dihiasi dengan pohon cemara dan hiasan khas Natal. Netizen berpandangan bahwa tampilan itu tidak pas mengingat masih suasana Idul Fitri.  

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menduga situs web resmi Pemprov DKI telah diretas (di-hack) oknum tidak bertanggung jawab.

"Mesti ditanya ke Dinas Kominfo itu. Mungkin website-nya di-hack orang," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (30/7/2015). 

Mengenai hal ini, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Kehumasan (Kominfomas) DKI Ii Karunia menjelaskan, ada kendala teknis pada server situs web jakarta.go.id. Tampilanjakarta.go.id, kata dia, disesuaikan dengan suasana di Jakarta atau Indonesia. 

Tema tampilannya bisa berubah-ubah, seperti suasana Tahun Baru, Lebaran, dan Natal. Selain itu, ada masa tayang perubahan tema tampilan jakarta.go.id

"Memang yang tampil itu gambar edisi Natal dan Tahun Baru edisin tahun kemarin. Makanya, kami lagi cari solusinya kenapa posisinya begitu. Seharusnya sekarang tampilan desainnya gambar ondel-ondel dan ketupat Lebaran," kata Ii.  

Pihaknya tengah mencari kerusakan server tersebut. Ia berharap secepatnya situs web jakarta.go.id bisa diakses kembali. Saat ini, lanjut dia, posisi situs web itu masih dalam perbaikan atau under construction

Berdasarkan pantauan Kompas.com, situs web jakarta.go.id belum bisa diakses. Tampilan jakarta.go.id bergambar ondel-ondel sedang bermain laptop dengan cone tanda perbaikan di sampingnya. Di situs web itu terdapat tulisan "Sedang Dalam Perbaikan".

Comments

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...