Skip to main content

KPK: Gatot dan istri pihak yang memberi suap kepada hakim PTUN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan penetapan tersangka Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evi Susanti dalam kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

Plt Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP menyatakan penetapan status tersangka terhadap Gatot dan Evi merupakan hasil dari pengembangan kasus. Dengan dua alat bukti yang cukup, penyidik menaikan status Gatot dan Evi ke tahap penyidikan.

"Disimpulkan diduga terjadi tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan tersangka GPN (Gatot Pujo Nugroh) dan ES (Evi Susanti)," kata Johan saat menggelar jumpa pers di Gedung KPK,Jakarta, Rabu (29/7).

Johan tak membantah jika penetapan status tersangka terhadap pasangan suami istri ini berkaitan dengan penggeledahan tim Satgas KPK di kantor Gubernur Sumut. Dia menjelaskan, kasus yang sudah menjerat 8 orang menjadi pesakitan berawal dari permohonan pengajuan hakim PTUN yang berkaitan dengan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.

"Gatot dan Evi disangkakan telah melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana," jelas Johan.

Johan membeberkan peran Gatot dan Evi dalam kasus tersebut. Dia menyebut keduanya merupakan pihak yang memberi uang suap kepada Geri untuk diberikan kepada hakim PTUN Medan.

"(Gatot dan Evi) Pihak yang memberi kepada hakim PTUN," pungkas Johan.

Comments

Unknown said…
SUDAH PLEAD GUILTY..........................................KALAU MASIH NGA NGAKU...............................LEBIH REPOT......................DI HOTEL PORDEONYA LEBIH LAMA.

Popular Posts

Hujan Deras Mengguyur Ibu Kota, Sejumlah Ruas Jalan Digenangi Air

 Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Jakarta, Senin (1/11/2016), menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Berdasarkan informasi dari Akun Twitter Resmi TMC Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, genangan air tampak di sebagian wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Salah satunya di Jalan DI Panjaitan. Di lokasi tersebut, air menggenangi ruas jalan setinggi 20 sentimeter. Akibat genangan air tersebut kendaraan terpaksa melintas di jalur Transjakarta. View image on Twitter  Follow TMC Polda Metro Jaya   ✔ @TMCPoldaMetro 15.38 Genangan air sekitar 30 cm di Jl Pangeran Jayakarta lalin terpantau padat @ kolammedan 3:38 PM - 1 Nov 2016     2 2 Retweets     5 5 likes "15.33 WIB genangan air sekitar 20cm depan Wika Jalan DI Panjaitan, Jaktim, hati-hati bila melintas," tulis akun twitter @TMCPoldaMetro. Selain di Jalan DI Pan...

"Pak Ahok, 'You Will Never Walk Alone'..."

Kurnia Sari Aziza/KOMPAS.com Warga menandatangani dan memberi kalimat dukungan kepada Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di area Car Free Day, Jakarta, Minggu (16/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com  — "Saya Muslim, dan saya dukung Ahok," begitu kata Friska Lubis (28), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, memberikan dukungan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Minggu (16/11/2014) pagi, Friska bersama kedua temannya sedang berlari pagi saat  car free day . Namun, aktivitas mereka terhenti saat melihat dua spanduk berukuran 1,5 x 5 meter terbentang di pelataran halaman Hotel Kempinski, Jakarta. Spanduk itu berasal dari Barisan Relawan Indonesia. Dalam spanduk itu terdapat foto Basuki mengenakan baju kotak-kotak. Friska dan kedua temannya langsung mengambil spidol dan menandatangani spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Basuki. "Pak Ahok,  you will never walk alone ," tulis Friska di spanduk itu. Pegawai salah satu p...

Indonesiaku Kini

Indonesia , Bangsa yang pernah jaya dimasa lalu, pernah pula dijajah berabad-abad lamanya, kemudian menggapai kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945, namun hingga kini setelah sekian puluh tahun merdeka , kini Indonesia seolah kehilangan arah dan tujuan dari para pendiri bangsa ini dulu ketika memproklamirkan kemerdekaannya, di lapisan atas para elite sibuk berperang memperebutkan kekuasaan sedangkan dilapisan bawah rakyat kehilangan pegangan dan harapan, di lapisan tengah rakyat harus berjuang sendiri dan di goyang atas bawah pusing mengikuti entah mau kemana. Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, dimana nenek moyang kita dikenal sebagai pelaut ulung, ditakuti dan disegani para musuh, dihormati para sahabat kini seperti bayi yang baru belajar merangkak, butuh bimbingan dan pengawasan dari para musuh serta sahabat.  Indonesia, Bangsa yang pernah Jaya dimasa lalu, tidak pernah membedakan suku dan agama, saling bahu membahu mempertahankan kejayaannya, tid...